Di Seputar Kita News -- TORAJA UTARA - Musyawarah Rencana Pembangunan Rencana Kerja Pemerintah Kabupaten Toraja Utara Tahun 2026 (MUSRENBANG RKPD) tema "Hilirisasi Produk Sumber Daya Alam dan Peningkatan Daya Saing Produk Unggulan Daerah"
Kegiatan Musrenbang RKPD Tahun 2026 dilaksanakan di Aula Pango-Pango Missiliana Hotel (25/03/2025) dihadiri para Unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FORKOPIMDA) Kab. Toraja Utara, Bupati Toraja Utara, Frederik Victor Palimbong, S.T.,S.M.,M. Ak, Wakil Bupati Toraja Utara, Andrew Branch Silambi, S. Ak, Dandim 1414 Tana Toraja,Letkol ARM Bani Kelana Sepang, Sekretaris Daerah Toraja Utara, Salvius Pasang, S.P.,M.P, Ketua dan Anggota DPRD Kab. Toraja Utara, Para Kepala OPD Sekab Toraja Utara, Para Asisten, Para Staf Ahli Bupati, Ketua TP. PKK Kabupaten Toraja Utara, Ny. Damayanti B. Palimbong, S. IP.,MA, Para Kepala OPD Instansi Vertikal, Para Camat, perwakilan Kapolres Toraja Utara, perwakilan Kajari, perwakilan Pengadilan Negeri Makale, Para Kepala Lembang, Lurah, Unsur Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Tokoh Pemuda serta stakeholder terkait lainnya.
Melalui Daring mewakili Gubernur Sulawesi Selatan, Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Sulsel, Dr. Amson Padolo, S. Sos., M. Si menyampaikan "Terima kasih atas kehadiran Bapak/Ibu dalam Musrenbang RKPD Tahun 2026 dan saya hormati seluruh jajaran Musrenbang, mewakili Gubernur Sulawesi Selatan perkenankan saya mengajak kita semua untuk senantiasa mengucapkan syukur kepada Tuhan dengan rahmat dan perkenan Nya kita masih diberikan kesehatan jasmani dan rohani untuk menghadiri Musrenbang RKPD Kabupaten Toraja Utara tahun 2026", ucap Amson Padolo dalam arahannya melalui daring virtual zoom.
"Musrenbang RKPD Tahun 2026 merupakan forum penting bagi kita semua untuk merumuskan dan menyelaraskan program kegiatan pembangunan daerah agar sesuai dengan visi misi prioritas pembangunan daerah dan menjadi kewajiban konstitusional tetapi juga wujud komitmen kita dalam membangun Sulawesi Selatan yang lebih maju dan berkarakter".
Dalam penyusunan RKPD Kabupaten sudah sepertinya perlu memperhatikan informasi pembangunan terkini di Sulawesi Selatan terutama beberapa indikator makro pembangunan sebagai pijakan dalam merencanakan prioritas pembangunan tahun 2026, perekonomian sulsel pada tahun 2024 positif sebesar 5,02% atau lebih baik dibanding capaian tahun 2023 yang hanya mencapai 4,51%, untuk laju inflasi pada tahun 2024 tercatat sebesar 1,23% atau mengalami penurunan dari tahun 2023 yang sempat mencapai 2,81%, penurunan inflasi ini dipengaruhi semakin terjaga dan stabilnya daya beli masyarakat yang tentunya tak lepas dari kerja keras kita bersama hasil lainnya, dalam angka kemiskinan yang cenderung turun dimana persentase penduduk miskin pada tahun 2023 sebesar 8,70% turun menjadi 7,77% per September tahun 2024, hal ini disebabkan karena menurunnya ketimpangan pendapatan di Indonesia di pada tahun 2024 pada angka 0,36, capaian positif juga dijumpai pada indeks pembangunan masyarakat atau IPM yang mencapai 75,14 pada tahun 2024, pengeluaran terbuka juga turun dari 4,33% tahun 2023 menjadi 4,19% per Agustus tahun 2024", ungkap Amson Padolo dalam menyampaikan sambutan Gubernur Sulsel.
"Bapak Bupati serta para peserta Musrenbang yang berbahagia hingga hari ini kita masih menghadapi berbagai tantangan dan isu strategis yang memerlukan keberlanjutan dan penemu pengembangan strategi inovasi dan langkah-langkah baru yang strategis dengan seluruh pelaku pembangunan perubahan perekonomian global menunjukkan bahwa pemulihan ekonomi termasuk penciptaan lapangan kerja akan memerlukan proses transisi yang tidak mudah dalam rangka pembangunan ekonomi Sulawesi Selatan, Provinsi Sulawesi Selatan masih menghadapi tantangan dalam mewujudkan pembangunan ekonomi yang inklusif agar sumber daya ekonomi dapat secara merata bagi seluruh masyarakat termasuk kelompok pemerintahan".
"Penyusunan rencana kerja Pemerintah Daerah Provinsi Sulawesi Selatan berpedoman pada rumusan fisik pembangunan Sulawesi Selatan pada RPJMD Tahun 2025-2029 yaitu Sulawesi Selatan Yang Maju dan Berkarakter selain itu memperhatikan pula arah kebijakan dan sasaran tokoh yang tercantum pada ranwal RPJMD Provinsi Sulawesi Selatan tahun 2025-2029 serta arah kebijakan dan prioritas ranwal RKPD Tahun 2026, tema pembangunan yaitu "Peningkatan Kualitas SDM yang Berakhlak dan Infrastruktur Berkelanjutan Untuk Mewujudkan Pertumbuhan Ekonomi yang Inklusif, sehingga tentunya dari tema ini kita berharap dapat meningkatkan percepatan pembangunan yang dapat menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi di tahun 2026 di Provinsi Sulawesi Selatan", terang Amson Padolo.
Sambutan Bupati Toraja Utara, sekaligus membuka kegiatan, Frederik Victor Palimbong, S.T.,S.M.,M. Ak "Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, selamat pagi salam sehat, yang kami hormati bapak Gubernur Prov. Sulawesi Selatan yang diwakili oleh Kepala Pelaksana BPBD Prov. Sulsel, Bapak Dr. Amson Padolo, S. Sos., M. Si dan segenap hadirin dan undangan Musrenbang RKPD Tahun 2026".
"Kegiatan yang sangat strategis seperti ini dalam mematangkan perencanaan pembangunan di Kabupaten Toraja Utara, selain itu juga untuk memenuhi ketentuan tahapan dan proses perencanaan sesuai dengan Permendagri 86 tahun 2017 tentang tata cara perencanaan pengendalian dan evaluasi pembangunan Daerah, tata cara evaluasi Rancangan Peraturan Daerah tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah, serta tata cara Perubahan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah sebagai gambaran bahwa pencapaian target pembangunan Toraja Utara secara makro hingga tahun 2024", ucap Bupati Toraja Utara, Frederik V. Palimbong
Tambahnya "Kami sampaikan sebagai berikut bahwa pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Toraja Utara sekitar 4,49% masih rendah dibandingkan pencapaian provinsi Sulawesi Selatan sekitar 5,2% tetapi kita juga mengalami peningkatan dibanding tahun 2023 yang hanya sebesar 3,94%, tingkat pengangguran sekitar 2,44% mengalami penurunan dari 2,6% dan sebesar 72,31 mengalami sedikit peningkatan dari 71,69, angka kemiskinan sebesar 10,73 mengalami penurunan dibanding tahun 2023 dari 12,12% tetapi masih jauh lebih tinggi dari Provinsi Sulawesi Selatan".
"Dalam kesempatan ini saya sampaikan juga bahwa sebagai daerah dengan destinasi pariwisata tentu mari kita bersama-sama membudayakan fonemena cinta pariwisata dengan cara memberi dukungan kepada terhadap pelaku UMKM, sebab melalui pariwisata juga daerah kita mendapatkan pendapatan sebesar 25% dari retribusi, semoga semua yang akan kita bicarakan boleh kita wujudkan dan boleh berdampak bagi masyarakat di Kabupaten Toraja Utara ", jelas Bupati Toraja Utara, sekaligus membuka kegiatan Musrenbang RKPD Tahun 2026. (M.khanif)